MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM – Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Selatan (Karantina Sulawesi Selatan) secara resmi melepas peserta program magang kerja yang berasal dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI), setelah menyelesaikan masa praktik kerja di lingkungan Karantina Sulawesi Selatan.
Kegiatan pelepasan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan semangat para peserta selama mengikuti program pemagangan nasional. Selama menjalani praktik kerja, para peserta mendapatkan pengalaman langsung terkait tugas dan fungsi karantina, mulai dari pengawasan lalu lintas media pembawa, pelayanan sertifikasi, hingga penerapan biosekuriti di wilayah kerja Karantina Sulawesi Selatan.
Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah menyampaikan bahwa program pemagangan nasional menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung peningkatan kompetensi sumber daya manusia, khususnya bagi generasi muda agar lebih siap menghadapi dunia kerja.
“Melalui program pemagangan nasional ini, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman kerja lapangan, tetapi juga memahami pentingnya peran karantina dalam menjaga keamanan pangan, kesehatan hewan, ikan, tumbuhan, serta mendukung kelancaran perdagangan,” ujarnya.
la juga berharap pengalaman yang diperoleh selama magang dapat menjadi bekal berharga bagi para peserta untuk terus berkembang dan meningkatkan daya saing di dunia kerja.
Program pemagangan nasional Kemenaker sendiri merupakan inisiatif Kementerian Ketenagakerjaan untuk menjembatani lulusan baru dengan dunia industri.
Peserta magang menjalani program intensif selama 6 bulan yang menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja melalui pembelajaran langsung.
Karantina Sulawesi Selatan sebagai salah satu instansi pelaksana turut berkomitmen memberikan ruang pembelajaran dan pengalaman kerja nyata bagi peserta magang.
Dengan berakhirnya program tersebut, Karantina Sulsel berharap sinergi antara instansi pemerintah dan dunia pendidikan maupun pelatihan kerja dapat terus terjalin guna menciptakan SDM unggul, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Adapun pada Program Pemagangan Nasional Batch ke tiga ini diikuti oleh 3 orang yang ditempatkan di Karantina Sulawesi Selatan, antara lain Andi Sriadninsih Asfad sebagai peserta magang Pengendali Hama dan Penyakit Ikan, Fadhillah Salsabila Suardi dan Harsuana sebagai peserta magang Pranata Humas. (*)








