MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO — Peran perempuan petani dalam dunia rempah menjadi perhatian dalam 8th International Forum on Spice Route (IFSR) 2026. Prof. Dr. Ir. A. Majdah M. Zain, M.Si. membawakan paparan bertajuk “Women, Farmers, and Spices” dalam forum yang diselenggarakan Negeri Rempah Foundation bersama BRIN di Jakarta dan Makassar.
Materi tersebut mengajak peserta melihat rempah lebih luas daripada hasil kebun dan komoditas perdagangan. Melalui subtema “Spices as Metaphor: Aesthetics, Sensory Knowledge, and Cultural Imagination from the Garden to the World’s Table”, forum menempatkan pengetahuan indrawi, estetika, dan imajinasi budaya sebagai bagian dari perjalanan rempah dari kebun hingga meja makan dunia.
Sorotan terhadap perempuan petani membuka ruang pembahasan mengenai pengalaman mereka dalam menanam, mengolah, dan menjaga pengetahuan seputar rempah. Pengalaman itu penting untuk memahami hubungan antara pertanian, pangan, dan budaya dalam jalur rempah.
Prof Majdah tercantum sebagai Staf Khusus Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI serta dosen pascasarjana bidang agribisnis di Universitas Islam Makassar. Kehadirannya dalam forum tersebut membawa perspektif perempuan dan pertanian ke dalam percakapan internasional mengenai rempah.








