Karantina Sulawesi Selatan Perkuat Peran Strategis Dukung Ketahanan Pangan dan Modernisasi Pertanian

  • Bagikan

MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyalurkan bantuan bidang pertanian senilai Rp323.899.681.584 kepada kelompok tani dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan. Penyerahan bantuan yang berlangsung di kawasan Center Point of Indonesia (CPI) Makassar, Senin (6/7), menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong modernisasi sektor pertanian di Sulawesi Selatan.

Acara tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman dengan turut dihadiri pula oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Selatan, para kepala daerah, pimpinan instansi vertikal, kepala perangkat daerah, serta perwakilan kelompok tani penerima bantuan.

Bantuan yang diserahkan meliputi alat dan mesin pertanian (alsintan), benih unggul, serta berbagai sarana pendukung produksi lainnya. Pemanfaatan bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian, mempercepat pengolahan lahan, serta memperkuat daya saing hasil pertanian Sulawesi Selatan.

Dalam sambutannya, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menegaskan bahwa Sulawesi Selatan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“Memang pencanangannya adalah Sulawesi Selatan bagaimana menjadi jangkar untuk kedaulatan pangan,” tegas Andi Sudirman.

la menambahkan bahwa modernisasi pertanian menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjawab tantangan sektor pertanian di masa mendatang, termasuk dampak perubahan iklim global. Oleh karena itu, pemanfaatan alat dan mesin pertanian modern diharapkan mampu memberikan efisiensi serta meningkatkan hasil produksi petani.

Kepala Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Selatan (Karantina Sulawesi Selatan), Sitti Chadidjah turut menghadiri kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan sektor pertanian melalui sinergi lintas sektor.

Dirinya menyampaikan bahwa keberhasilan program ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh peningkatan produksi, tetapi juga oleh upaya menjaga kesehatan komoditas pertanian sejak proses budidaya hingga lalu lintas antardaerah maupun antarnegara.

“Peningkatan produksi harus berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap sumber daya hayati. Badan Karantina Indonesia melalui Karantina Sulawesi Selatan terus berkomitmen memberikan pelayanan sertifikasi kesehatan serta melakukan pengawasan lalu lintas komoditas pertanian guna mencegah masuk, keluar, dan tersebarnya Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK). Dengan demikian, hasil pertanian tidak hanya meningkat, tetapi juga tetap sehat, aman, dan memiliki daya saing,” ujarnya.

Menurut Sitti Chadidjah, sinergi antara pemerintah daerah, petani, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mewujudkan pertanian yang maju dan berkelanjutan.

Dalam konteks tersebut, peran karantina menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga kesehatan sumber daya hayati sekaligus mendukung keberhasilan program ketahanan pangan nasional.

Kehadiran Kepala Karantina Sulawesi Selatan dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen Badan Karantina Indonesia untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan sektor pertanian.

Melalui fungsi pengawasan, tindakan karantina, dan pelayanan sertifikasi kesehatan, Karantina Sulawesi Selatan berupaya memastikan setiap komoditas pertanian yang dilalulintaskan memenuhi persyaratan kesehatan sehingga mampu mendukung produktivitas, keamanan hayati, dan daya saing pertanian Indonesia.

  • Bagikan