Karantina Sulsel Dorong ASN Tingkatkan Kinerja Lewat Sistem Manajemen Talenta

  • Bagikan

MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM – Kinerja dan potensi menjadi bagian penting dalam menentukan arah pengembangan karier seorang Aparatur Sipil Negara (ASN). Untuk memberikan pemahaman mengenai mekanisme pemetaan tersebut, Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Selatan (Karantina Sulawesi Selatan) menggelar sosialisasi Sistem Manajemen Talenta melalui platform MyASN yang dilaksanakan pada Senin (07/09). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Karantina Sulawesi Selatan dan dihadiri oleh seluruh jajaran Karantina Suawesi Selatan secara hybrid.

Sosialisasi dipandu oleh Tim Kepegawaian Karantina Sulawesi Selatan dengan memberikan penjelasan teknis mengenai pemutakhiran data dan portofolio pegawai secara mandiri. Kelengkapan dan akurasi data menjadi penting karena informasi tersebut menjadi bagian dalam proses pemetaan kinerja dan potensi setiap ASN.

Dalam sosialisasi tersebut, pegawai dipandu untuk melengkapi dan memperbarui berbagai data pendukung pada MyASN. Data tersebut mencakup riwayat penugasan dalam tim kerja, sertifikat pendidikan dan pelatihan, penghargaan, kualifikasi pendidikan, serta rekam jejak penilaian kinerja.

Pemutakhiran portofolio tersebut menjadi bagian penting dalam Sistem Manajemen Talenta untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai rekam jejak, kompetensi, kinerja, dan potensi setiap pegawai.

Selain data portofolio, pemetaan talenta juga didukung melalui Penilaian 360 Derajat. Skema ini memungkinkan penilaian dari berbagai pihak di lingkungan kerja sehingga tidak hanya melihat capaian pekerjaan, tetapi juga aspek perilaku, komunikasi, kerja sama, dan kompetensi pegawai dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Berbagai komponen tersebut selanjutnya menjadi bagian dalam pemetaan talenta melalui Nine-Box Matrix atau Matriks Sembilan Kotak. Melalui instrumen ini, pegawai dipetakan berdasarkan kombinasi antara kinerja dan potensi yang dimiliki.

Hasil pemetaan tersebut dapat menjadi dasar bagi organisasi dalam menentukan langkah pengembangan pegawai secara lebih tepat. Pegawai yang masih memerlukan peningkatan dapat diarahkan pada pembinaan dan pengembangan kompetensi, sementara pegawai dengan kinerja dan potensi tinggi memiliki peluang untuk dipersiapkan dalam pengembangan karier maupun pengisian jabatan sesuai kebutuhan organisasi.

Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah, menegaskan bahwa Sistem Manajemen Talenta memberikan kesempatan kepada setiap pegawai untuk menunjukkan kemampuan dan kinerjanya secara lebih terukur. Karena itu, sistem tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi ASN untuk terus meningkatkan kapasitas diri.

“Sistem Manajemen Talenta memberikan dampak yang sangat baik karena organisasi akan lebih mudah memetakan dan menempatkan pegawai secara tepat sesuai kinerja dan potensinya. Mari kita jadikan sistem di MyASN ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kapasitas diri agar kita dapat memberikan kinerja dan pelayanan yang semakin baik,” ujar Sitti.

Melalui sosialisasi ini. Karantina Sulawesi Selatan mendorong seluruh pegawai untuk tidak hanya aktif melakukan pemutakhiran data, tetapi juga menjadikan Sistem Manajemen Talenta sebagai motivasi untuk terus bertumbuh dan meningkatkan kinerja.

Dengan pemetaan yang objektif dan berbasis data, pengembangan karier diharapkan dapat berjalan lebih terarah sekaligus mendukung terwujudnya SDM Karantina yang profesional, kompeten, dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

  • Bagikan