Cegah Hama dan Penyakit Masuk Indonesia, Karantina Sulsel Perketat Pengawasan Barang Bawaan

  • Bagikan

MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM – Membawa komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan beserta produknya dari luar negeri ke Indonesia tidak bisa dilakukan sembarangan. Setiap media pembawa wajib dilaporkan kepada petugas Karantina dan dideklarasikan melalui sistem All Indonesia untuk memastikan pemasukannya memenuhi persyaratan yang berlaku.

Petugas Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Selatan (Karantina Sulawesi Selatan) melakukan penahanan terhadap daging babi olahan dan daging ayam olahan asal Cina yang ditemukan dalam barang bawaan penumpang saat pengawasan di Terminal Internasional Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar.

Kewajiban melapor bukan sekadar persoalan administrasi. Komoditas hewan, ikan, tumbuhan, dan produk turunannya berpotensi menjadi media pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK), Hama Penyakit Ikan Karantina (HPIK), maupun Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK), meskipun secara fisik terlihat aman atau telah melalui proses pengolahan.

Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah, mengingatkan masyarakat, khususnya pelaku perjalanan internasional, untuk selalu mendeklarasikan barang bawaan yang termasuk komoditas karantina melalui All Indonesia dan melaporkannya kepada petugas saat tiba di Indonesia.

“Produk yang kita bawa mungkin terlihat aman, apalagi jika sudah dalam bentuk olahan. Namun, tetap ada risiko yang tidak dapat diketahui hanya dari kondisi fisiknya. Karena itu, deklarasikan melalui All Indonesia dan laporkan kepada petugas Karantina agar dapat diperiksa dan dipastikan memenuhi persyaratan,” ujar Sitti Chadidjah.

Menurutnya, pemeriksaan di pintu pemasukan menjadi benteng awal dalam mencegah masuk dan tersebarnya hama dan penyakit dari luar negeri.

“Jangan takut untuk melapor. Karantina hadir bukan untuk mempersulit perjalanan masyarakat, tetapi memastikan komoditas yang masuk aman. Dengan melapor, kita turut menjaga dan melindungi sumber daya hayati Indonesia,” tutupnya.

  • Bagikan