MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM – Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menggelar Wisuda Periode Juni 2026 di Pelataran Menara Phinisi UNM, Kamis, 11 Juni.
Dalam momentum tersebut, para lulusan didorong menjadi pemimpin perubahan yang mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat, termasuk melalui pengabdian sebagai guru di daerah pelosok.
Plt Rektor UNM, Prof. Dr. Farida Patittingi, menegaskan bahwa perubahan merupakan keniscayaan yang tidak dapat dihindari. Menurutnya, yang terpenting bukan menolak perubahan, melainkan kemampuan untuk beradaptasi dan meresponsnya secara positif.
“Tidak ada seorang pun yang bisa menolak perubahan. Yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapi dan beradaptasi terhadap perubahan tersebut,” ujarnya.
Prof Farida menjelaskan, dalam menghadapi perubahan terdapat empat tipe manusia, yakni pemimpin perubahan (leader of change), pengikut perubahan (followers), penonton perubahan, dan penentang perubahan. Iaberharap lulusan UNM mampu mengambil peran sebagai pemimpin perubahan yang mendorong kemajuan di lingkung annya.
“Jadilah pemimpin perubahan, sekecil apa pun perubahan yang bisa dilakukan. Perubahan besar selalu berawal dari langkahlangkah kecil yang memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar,” pesannya kepada para wisudawan.
Iajuga mengingatkan bahwa lulusan perguruan tinggi saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks akibat perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan dinamika dunia kerja. Karena itu, kemampuan beradaptasi, berpikir kreatif, serta menghadirkan solusi menjadi modal penting untuk menjawab kebutuhan masa depan.
Salah satu wisudawan yang menorehkan prestasi pada periode ini adalah Yuyun Aprilia, lulusan Program Studi Pendidikan Jasmani dan Olahraga Fakultas Pascasarjana UNM. Yuyun berhasil menyelesaikan studi magisternya dengan predikat cumlaude dan mengaku siap melanjutkan pengabdian di dunia pendidikan.
“Saya memang berniat akan mengabdikan diri mengajar, khususnya di daerah yang masih kekurangan guru pendidikan jasmani,” ujar Yuyun. Ia berharap ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di UNM dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus membantu memenuhi kebutuhan tenaga guru olahraga di daerah yang masih terbatas. (*)








